Sunday, April 24, 2011

ALQURAN YANG SEMPURNA 2

KITAB MULIA: BERPASANGAN SEMPURNA (BAG. DUA).

“ Kitab Mulia sangat unik, ia terdiri dari 57 surat Homogen dan 57 surat Heterogen, merupakan kombinasi nomor surat dan jumlah ayatnya. Susunan tersebut dikunci lagi dengan proteksi berlapis, dimana surat Homogen direpresentasikan dengan angka 6236 (jumlah ayat) dan surat Heterogen direpresentasikan dengan angka 6555 (jumlah digit nomor surat dari 1 hingga 114).”

Kitab Mulia adalah perpaduan antara isi teologis, makna, nada, irama, gaya bahasa, numerika, dan kriptografi. Siapakah yang mampu menyusun kitab serupa ini?


Klasifikasi: Rumit.

Arthur Jeffrey (1893 – 1959 M) seorang sarjana Australia ahli Dunia Timur, berpendapat bahwa Kitab Mulia memiliki banyak kelemahan, dan ia ingin menyusun sebuah al Qur’an dengan bentuk yang baru. Ia ingin meng-edit Kitab Mulia secara “ilmiah”, sebagaimana tafsir kritis yang dicontohkan oleh para ahli Dunia Timur sebelumnya, misalnya Theodore Noldecke (1836 – 1930). Dalam pikiran Jeffry, format Kitab Mulia atau al Qur’an dengan teks baru atau edisi kritis akan memiliki Empat Jilid.

Jilid pertama, ia akan mencetak hanya 110 surat yang disebut sebagai yang asli (tanpa surat The Opening, al Fatihah, The Men atau an Naas, dan dua surat pendek lainnya). Menurud dia, itulah textus receptus. Teks ini akan direkontruksi dengan nomor-nomor ayat berdasarkan kajian Flugel, sarjana Barat lainnya, berdasarkan urutan kronologis wahyu. Dilengkapi dengan berbagai catatan, hadist, tafsir, teologis, filosofis, kamus dan berbagai pendapat lainnya.

Jilid kedua akan diisi dengan pengenalan (Introduction), untuk para pembaca bahasa Inggris, sedangkan untuk edisi bahasa Jerman sudah tersedia dari karya Noldecke, "Geschichte des Qorans".

Jilid ketiga, berisi berbagai pendapat tentang al Qur’an dari para ahli Barat.

Terakhir, jilid keempat akan berisi tentang kamus al Qur’an, yang memuat makna asal dari kosa kata didalam Kitab Mulia (Adnin Armas, MA – Metodologi Bibel Dalam Studi Al Qur’an).

Usaha yang bagus dari seorang sarjana Barat ahli Kitab Suci di dunia.

Namun Arthur Jeffrey dan kawan-kawanya peneliti lainnya lupa atau tidak mengetahui bahwa Kitab Mulia tersusun bukan saja berdasarkan format isi semata-mata tetapi merupakan kombinasi yang unik antara : Isi, makna, gaya bahasa, nada, irama, numerika dan bahkan dilengkapi kripto. Kripto adalah bahasa tersembunyi atau sandi dapat berupa simbol abjad, angka, pengulangan ayat, atau isyarat lainnya, berupa perobahan kata dengan konteks kalimat.

Nah, dibawah ini adalah sebagian pelajaran kripto sederhana yang melindungi Kitab Mulia.

Pada bagian satu, telah dijelaskan bahwa Kitab Mulia terdiri dari 114 surat dan 6236 ayat, dimana susunannya Berpasangan Sempurna, 57 surat Hidrogen dan 57 surat Heterogen, merupakan kombinasi dari nomor surat dan jumlah ayat tiap surat.

Surat Homogen adalah surat dimana nomor suratnya genap, jumlah ayatnyapun genap, atau nomor suratnya ganjil – jumlah ayatnya ganjil. Contohnya: The Opening atau Al Fatihah, nomor surat ganjil (1), jumlah ayatnyapun ganjil (7). The cow, atau Al Baqarah, nomor suratnya genap (2), jumlah ayatnyapun genap (286). Sedangkan surat Heterogen sebaliknya, nomor surat genap-jumlah ayatnya ganjil, atau nomor surat ganjil-jumlah ayatnya genap. Contoh adalah surat The Family of ‘Imran, atau Ali ‘Imran, nomor suratnya ganjil (3), tetapi jumlah ayatnya genap (200). Lihat artikel pertama.

Pelajaran kedua adalah, pasangan surat ini dikombinasikan dengan bilangan prima, angka 19. Bilangan prima adalah bilangan sangat istimewa di alam semesta ini, bilangan yang hanya dapt dibagi oleh bilangan itu sendiri atau angka 1, tidak termasuk angka 1. Contohnya : 2,3,5,7,11,13,17, 19, 23,29,31,37,41,43,47……dst.

Perhatikan baik-baik ya…..

Kode berikutnya adalah pada surat Homogen, jika kita jumlahkan semua nomor suratnya dan jumlah ayatnya, maka kita akan mendapatkan hasil 6236, atau sama dengan jumlah ayat Kitab Mulia. Sedangkan bila pembaca menghitung jumlah nomor surat dan jumlah ayat pada surat Heterogen, maka pembaca akan mendapatkan angka 6.555, atau sama dengan angka jumlah dari nomor surat Kitab Mulia itu sendiri, yaitu: 1+2+3+4+5+…..+111+112+113+114= 6.555. Dalam bahasa matematika ini dapat dihitung deengan rumus sederhana:

(N+1)/2 x N, atau N = 114, dengan demikian : (114+1)/2 x 114 = 6.555.

Kode lapisan berikutnya adalah, jumlah digit angka 6555 dan 6236 merupakan bilangan kelipatan 19. Kita jumlahkan digitnya , 6+5++5+5+6+2+3+6 = 38, atau 19 x 2.

Proteksi berikutnya adalah lebih rumit, kita simak.

114 adalah 6 x 19, dan bilangan prima yang ke-114 adalah 619. Bilangan prima pertama adalah 2, bilangan kedua adalah 3, bilangan ketiga adalah 5…..dan bilangan prima ke-114 adalah 619.

Lihat table bilangan prima dibawah ini:Detilnya dapat dilihat di http://primes.utm.edu/

2 3 5 7 11 13 17 19 23 2931 37 41 43 47 53 59 61 67 7173 79 83 89 97 101 103 107 109 113127 131 137 139 149 151 157 163 167 173179 181 191 193 197 199 211 223 227 229233 239 241 251 257 263 269 271 277 281283 293 307 311 313 317 331 337 347 349353 359 367 373 379 383 389 397 401 409419 421 431 433 439 443 449 457 461 463467 479 487 491 499 503 509 521 523 541547 557 563 569 571 577 587 593 599 601607 613 617 619 631 641 643 647 653 659


Dengan demikian Kitab Mulia diproteksi dengan kripto:

1. Ia berpasangan sempurna, 57 surat Homogen dan 57 surat Heterogen.2. Ia dilapisi lagi dengan kripto, surat Homogen menjukkan jumlah ayat yaitu 6236, dan surat Heterogen menjukkan jumlah angka nomor surat, yaitu 6.555.3. Ia dilapisi lagi dengan , jumlah digit 6236 and 6555 adalah bilangan kelipatan 19.4. Ia dilapisi lagi, jumlah surat Kitab Mulia adalah angka ajaib dalam matematika. Karena 114 sama dengan 6 x 19, dan bilangan prima ke-114 adalah 619.

Nah, andaikan Arthur Jeffry dan kawan-kawan atau siapa saja (mungkin juga ada dikalangan intelektual Muslim) melihat kripto yang berlapis ini, mereka akan berpikir ulang untuk menyusun al Qur’an edisi kritis.

Pembaca yang budiman, dalam kripto yang lebih rumit, posisi abjad dalam ayat dan posisi ayat dalam suratpun dilindungi oleh kode-kode tertentu, dengan bilangan prima dan nilai abjadnya (gematrikal atau al jum’al).

Buat pembaca yang rajin, ini PR dirumah..ya untuk..dicheck.!

Salah satu kesulitan utama untuk merobah susunan Kitab Mulia atau berpikir untuk berusaha merobah posisi tiap hurufnya sekalipun, adalah karena Ia unik: Kombinasi isi, makna, gaya bahasa, nada dan irama, numerika, dan kripto.

No comments:

Post a Comment